Bupati Taput Mulai Kesal

Apa yang membuat Bupati Taput Torang Lumbantobing mulai kesal? Apakah karena lawan-lawan politiknya? Apakah karena para aparatnya tidak bekerja maksimal di Tapanuli Utara? Apakah karena Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara memang sudah meninggalkan Taput atau menutup mata terhadap Taput? 

Kalau bekas lawan-lawan politiknya semasa pemilihan bupati Taput tahun-tahun lalu mungkin saja membuatnya kesal karena pemilihan bupati pada saat itu dilakukan sampai dua kali walaupun dia akhirnya menang juga menjadi bupati Taput untuk kedua kalinya. Apakah perseteruan politik semasa pemilihan masih berkelanjutan sampai sekarang? Kalau kita masyarakat awam mau menilainya mungkin sesuatu yang tidak beralasan secara akal sehat sebagai manusia lokal yang pada dasarnya bahwa para calon-calon yang berkompetisi pada saat itu bertujuan untuk membangun Tapanuli Utara untuk lebih maju dan berkembang. 

Kalau pemilihan bupati pada masa itu dibawakan bersama oleh para calon sebagai suatu pertarungan untuk mengambil tampuk kepemimpinan memikul tanggungjawab sebagai harapan masyarakatnya, maka seharusnya disikapi bahwa disetiap pertarungan pasti ada yang menang dan kalah. Kebetulan memang Toluto menang untuk kedua kali dan terakhir, sesuai dengan undang-undangnya, lalu bagaimana sikap kandidat yang belum berkesempatan tersebut? Apakah mereka masih berkomitmen dengan janji-janjinya yang intinya untuk memajukan Tapanuli Utara? 

Tidak banyak kedengaran sepak terjang para calon bupati yang tadinya ikut berkompetisi. Ini menandakan bahwa mereka adalah pembohong. Apakah harus menjadi bupati Taput untuk melaksanakan niat membangun daerahnya? Tentusaja jawabannya ‘tidak’. Selayaknya apabila mereka bersinergi sesuai apa yang dijanjikannya maka harapan yang dilimpahkan oleh rakyat kepada mereka akan terlihat indikasinya bahwa Taput akan menuju kepada pembangunan yang diharapkan. Kenyataannya mungkin ibarat pameo yang mengatakan ‘Jauh Panggang Dari Api’. 

Lalu apakah ini yang mulai dikesalkan oleh Torang Lumbantobing? Ternyata tidak. Apakah karena kinerja aparatnya yang tidak mampu ditingkatkan lagi? Boleh jadi memang ini yang mulai dikesalkannya. Beralasan juga!. Para aparat pemerintah di Tapanuli tentu sebagian besar adalah orang-orang yang sejak awalnya dahulu sudah menjadi aparat pemerintahan disana. Hanya sedikit saja setingkat pejabat yang berotasi antar pemda yang pada dasarnya adalah untuk penyegaran menjabat dengan harapan akan berkinerja lebih baik. Lingkaran kemalasan, kejenuhan, ketidak perdulian, mungkin masih selalu saja menyelimuti kinerja para aparat pemerintah setempat untuk mau berubah kearah yang lebih baik. Lalu, aparat terendah sampai kepada para kepala dinas sangat dimungkinkan untuk tidak dapat berbuat apa-apa untuk kemajuan Tapanuli Utara. Harapan yang dapat dibebankan hanyalah kepada pejabat setingkat Bupati, seperti Toluto ini. 

Periode kedua kepemimpinannya tentusaja harus lebih mampu mengatasi permasalahan yang ada di Tapanuli Utara, karena pada periode sebelumnya sudah memiliki gambaran tentang program apa yang sangat diutamakan untuk dilanjutkan. Disamping itu tidak perlu lagi untuk penyesuaian waktu terhadap lingkungan kerja, melainkan dapat tancap gas untuk berkarya kepada rakyatnya. Kenyataannya hanyalah seperti lagu yang digubah oleh Pance ‘Aku Masih Seperti Yang Dulu’. 

Kalau begitu bukan itu yang mulai dikesalkannya. Lalu, Apa? Baru-baru ini, di Medan diadakan Musyawarah Perencanaan Pembanguna Sumatera Utara 2010 dan Torang ada hadir disitu. Diselahselah acara itu Torang Lumbantobing mengungkapkan agar Pemprovsu loyal kepada Taput. Mengapa harus loyal? Apa Taput cukup penting bagi Pemprovsu? 

Jauh sebelu Protap di issukan, Pemprovsu terlihat tidaklagi melirik kepada upaya peningkatan pembangunan di Tapanuli Utara, apalagi setelah Protap sudah dicap sebagai kasus yang bernuansa nasional sehingga Protap yang dimotori oleh Kabupaten Tapanuli Utara sudah masuk peti-es. Kalau begini jadinya maka Toluto tidak seharusnya mulai kesal dengan Pemprovsu. Protap adalah konsekuensi logis untuk mendapat hukuman dari Pemprovsu bahwa Tapanuli Utara tidak lagi perlu dilirik dan mungkin saja program pemerintah provinsi yang berkaitan dengan tanggungjawabnya di Tapanuli Utara sudah dicoret dari agenda. 

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tapanuli Utara hanyalah sekitar 8 miliar rupiah, dan sebagai sebuah kabupaten sebenarnya sudah tak mampu lagi untuk berbuat apa-apa di daerah itu. Walaupun demikian Tapanuli Utara masih mau berdiri sebagai kabupaten. Apa yang mampu dilakukan oleh Kabupaten Tapanuli Utara dengan PAD sejumlah itu? 

Komplain masyarakat yang banyak kita dengar dari media massa mengenai jalan-jalan rusak yang ada di Tapanuli Utara sebenarnya bukanlah tanggungjawab Kabupaten Tapanuli Utara secara finansial, karena kebanyakan jalan-jalan yang rusak tersebut adalah 50% jalan provinsi dan 25% jalan Negara sekitar sepanjang 38 km. Sementara tanggungjawab Kabupaten Tapanuli Utara untuk pembukaan jalan baru di pedesaan tidaklah mungkin dengan PAD yang sekitar 8 miliar rupiah itu, apalagi harus merawat jalan provinsi dan jalan Negara. Semua akses yang menuju keluar masuk dari dan ke Tapanuli Utara mengalami kerusakan seperti Tarutung-Sipoholon Tarutung-Sipirok, Sipahutar-Garoga, Pangaribuan-Garoga, dan Pangaribuan-Sipirok. Kalau jalan rusak, arus lalulintas perdagangan tentusaja mengalami kemandegan. Bila perdagangan tidak berputar, maka perputaran ekonomi masyarakat terhenti, lalu masyarakatnya menjadi miskin, yang memang sudah cukup lama disandang oleh Kabupaten Tapanuli dimana banyak daerahnya menjadi daerah tertinggal. 

Kekesalan Toluto sempat terungkap kepada wartawan bahwa karena tidak adanya kepedulian Pemprovsu dan Pemerinta Pusat makanya muncul ide pembentukan Protap.

Tapanuli Utara sudah lama tertinggal dan masih terus ditinggalkan. Lalu timbul pertanyaan, apakah kekesalan ini disampaikan secara terbuka kepada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat? Kalau hanya sungut-sungut sudah pasti tak akan digubris oleh Pemprovsu maupun Pemerintah Pusat. Sebenarnya keinginan masyarakat mencetuskan pendirian Protap sudah harus memancing Pemprovsu dan Pemerintah pusat untuk melihat masalah dasar yang berkembang di Kabupaten Tapanuli Utara khususnya dan ex-Protap pada umumnya, tetapi kenyataannya kan dianggap sepi dan malah tersirat adanya dilakukan semacam hukuman. 

Sudahkah Torang Lumbantobing meresapi secara mendalam bahwa ada dirasa pengkebirian? Adakah potret ini dilihat oleh calon-calon bupati terdahulu yang ikut berkompetisi? Adakah masyarakat Taput yang berpotensi untuk membangun daerahnya melihat keadaan ini? Ini merupakan pertanyaan yang perlu direnungkan. 

Apabila sudah mentok jalan pemikiran melalui jalur pemerintahan, maka semua komponen masyarakat Tapanuli Utara sudah harus memikirkan jalur lain yang tidak perlu mengharapkan kehadiran tanggungjawab Pemprovsu atau Pemerinta Pusat. ‘Pikir itu Pelita Hati’, demikian kata pepatah yang mungkin dapat mengobati kekesalan hati semua orang yang masih mencintai Tapanuli Utara. Lalu apa yang harus diupayakan? Mungkin saran konyol berikut ini dapat dipertimbangkan: 

  1. Bupati Kabupaten Tapanuli Utara Torang Lumbantobing harus menjadi pioneer utama untuk menyelamatkan daerah ini dan rakyatnya dari ketertinggalan yang berlamalama. Sampai kapan lagi negri Batak ini tetap tertinggal? Apalagi yang kau cari Toluto? Negrimu tak punya penghasilan apa-apa, periode terakhirmu hanya tinggal sejengkal lagi untuk menjadi Raja Nanimiahan di Tapanuli Utara. Buatlah gebrakan!
  2. Coba dulu introspeksi ke dalam, apa yang salah di pemerintahanmu? Tanamkan satu tekad kepada aparatmu bahwa sudah saatnya untuk mereka berbuat sesuatu kepada negrinya walaupun dalam keterbatasan disegala bidang.
  3. Undang semua orang yang berasal dari Taput atau yang mencintai Taput untuk berkumpul bersama di Tarutung. Boleh jadi mereka adalah pengusaha sukses setempat, pengusaha perantau yang sukses, Tokoh masyarakat setempat, tokoh masyarakat perantau asal Taput, Kaum intelektual, kaum intelektual setempat, kaum intelektual di perantauan.
  4. Bagi orang-orang perantau yang dating untuk memikirkan Taput ini, berikan semua fasilitas dan pelayanan gratis; penginapan di hotel atau pelayanan lainnya secara gratis. Toh mereka biasanya tidak mau yang gratisan, malah mungkin mereka bukan hanya menyumbang pemikiran tetapi juga menyumbang koceknya.
  5. Apabila ada kesimpulan pemikiran yang berwujud kepada suatu tekad untuk membangun taput disegala bidang, maka sambut saja semuanya dengan ramah dan tangan terbuka.
  6. Buat suatu rumusan perencanaan, dan yang penting adalah perencanaan jangka pendek sebagai crash-program, lalu disusul dengan program jangka menengahnya. Untuk Program Jangka Panjang tak perlu dipikirkan karena mungkin nanti pemimpin Taput yang baru dapat memikirkannya lebih cemerlang.
  7. Jangan lupa untuk tetap keep in touch dengan penggagas. Jangan lepaskan mereka berlama-lama. Perlu disapa sesering mungkin dengan menawarkan segala keramahan yang ada.
  8. Jangan libatkan pemain dalam (aparat pemda setempat) sebagai pelaksana utama, cukuplah mereka sebagai pendamping dan sebagai councelor agar ide yang dituangkan tidak mandeg ditempat karena harus diingat bahwa penonton biasanya lebih pintar dari pemain bola. Kalau pemain hanya melihat dirinya dan sekitarnya saja, sementra penonton dapat melihat keseluruhannya. Ingat!, masih banyak manusia seperti ‘katak dibawah tempurun’, menganggap bahwa punggungnya sudah sampai di langit padahal hanya tersentuh pada kulit tempurung saja.
  9. Usahakan crash-program yang sedang dijalankan terbatas waktunya sampai masa akhir jabatan Toluto sebagai Bupati Taput, karena program itu harus dikepalai oleh orang yang memang sudah bertekat untuk membangun Tapanuli Utara tanpa ada versted-interes. Dianggap Bupati Taput menjadi orang yang paling tepat untuk itu.
  10. Nikmatilah hasilnya dimasa sudah tidak menjabat lagi. Menjadilah orang yang dikenal baik, dikenang, disayangi oleh rakyat. Masa tua akan berbahagia bila mampu menjadi ‘Raja Na Nimiahan’.

Bupatitaput; Buat para titisan tapanuli utara, agar melihat sekelilingmu yang siap menggilasmu, bangkitlah, buang kantukmu, mumpung matahari masih mau memberikan energi kehidupan. Beta Hamu, Rap Hita….

About these ads

Tags: , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: