Berita Hamba Tuhan

Ladang Tuhan

Ladang Tuhan

Bila kita mendengar kata Hamba Tuhan baik diberbagai kawasan di Indonesia khususnya di Sumatera Utara tentu pikiran akan tertuju kepada para ulama Kristen yang berprofesi sebagai pendeta ataupun evangelis yang bekerja untuk memberi pemahaman tentang faham Kristen kepada umatnya dengan harapan bahwa umatnya akan mendapat kehidupannya disurga sebagai tujuan akhirnya. Faham Kristen yang dimaksud, menjadi anutan yang disebut Agama Kristen, yang berintikan pengajarannya kepada apa yang sering disebut dengan berita keselamatan, kabar baik dari surga, firman tuhan, yang kesemua nats-nats dalam Agama Kristen itu tercantum dalam satu buku suci yang disebut Alkitab atau dalam bahasa Batak disebut Bibel.

Kristen disebut juga sebagai pengikut Kristus, artinya orang-orang yang menganut faham yang diajarkan oleh Yesus Kristus sebagai Tuhan. Orang-orang Kristen atau umat Kristen bahkan ditinggikan lagi derajatnya dengan sebutan sebagai anak Tuhan atau anak Allah, sementara para pendeta dan evangelis lebih pamor disebut sebagai hamba Tuhan. Kata hamba menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) diartikan sebagai abdi, budak belian, atau secara umum dapat diartikan sebagai orang/manusia yang berada pada strata sosial paling rendah. Hamba Tuhan menjadi satu pengertian untuk orang/manusia yang menghambakan dirinya kepada Tuhan atau Tuhan memperhambakan orang/manusia yang dimaksud. Apabila dua kata, anak Tuhan dan hamba Tuhan sudah bermakna sesuai pengertiannya maka dapatlah dibuat stratanya dimulai dari yang terendah menjadi hamba Tuhan – anak Tuhan – Tuhan. Tentu aktivitas yang berlaku pada 3 oknum yang disebutkan, bahwa Tuhan memerintahkan hamba-hambaNya untuk menjaga anak-anakNya sesuai dengan aturanNya.

Ada kabar gembira yang terbaca pada sebuah Harian yang terbit di Sumatra Utara yang menyebutkan berita dengan judul “Komunitas Hamba Tuhan dan Masyarakat Peduli Bona Pasogit Dideklarasikan * Terdiri dari Hamba-Hamba Tuhan dari Denominasi Gereja”. Komunitas ini mendeklarasikan bentuk LSM dengan nama Tamba Ulina pada tanggal 28 Mei 2009 di Lumban Silintong Balige. Karena wadah ini dimotori oleh Komunitas Hamba Tuhan dan Masyarakat Peduli Bona Pasogit maka banyak juga yang tertarik untuk membaca berita ini. Walaupun tidak diberitakan apa visi dan misi dari wadah ini secara rinci tetapi dari pernyataan-pernyataan yang termuat akan dapat dikira-kira kearah mana kegiatannya.

Pernyataan-pernyataan yang menarik dikatakan bahwa pendeklarasian LSM Tamba Ulina mempunyai misi menggalang masyarakat untuk bekerjasama dalam bentuk nyata membangunan bona pasogit, memotivasi masyarakat peduli akan lingkungan, hidup dalam iman dan perbuatan sesuai dengan kepercayaan masing-masing.

Kemudian dinyatakan lagi bahwa komunitas ini bukan tandingan organisasi gereja seperti BKAG, BAMA, API dan FKUB. Komunitas ini adalah persekutuan orang-orang peduli dan terbeban untuk mensejahterahkan masyarakat Bonapasogit, kata seorang hamba Tuhan.

Kemudian dinyatakan lagi bahwa komunitas ini membawa perubahaan penampilan dan perilaku masyarakat dengan fungsinya selain sebagai tempat persekutuan orang atau jemaat gereja telah peduli akan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dengan memberikan keteladanan menjaga dan melestarikan lingkungan.”

Mungkin tak adalagi yang tak memahami bahwa hamba Tuhan yang diperhambakan oleh Tuhan sudah mendapat mandat dari Tuhan, bekerja untuk umatnya (anak-anak Tuhan) atau istilah sekarang disebut komunitasnya dan bahasa surganya disebut ladang Tuhan dalam wadah gereja-gereja. Kalau hamba-hamba Tuhan membuat wadah lain diluar ladang Tuhan tentu para hamba-hamba Tuhan tersebut memberi kesan ingin menaikkan derajatnya menjadi anak-anak Tuhan, dan kalau lancar-lancar saja mungkin pula akan minta naik lagi derajatnya?

Petikan-petikan pernyataan seperti: Menggalang masyarakat untuk bekerjasama dalam bentuk nyata membangunan bona pasogit; Memotivasi masyarakat peduli akan lingkungan; Hidup dalam iman dan perbuatan sesuai dengan ajaran Tuhan; Sebagai persekutuan orang-orang peduli dan terbeban untuk mensejahterahkan masyarakat Bonapasogit; Untuk membawa perubahaan penampilan dan perilaku masyarakat dengan fungsinya; Tempat persekutuan orang atau jemaat gereja telah peduli akan kehidupan sosial ekonomi masyarakat dengan memberikan keteladanan menjaga dan melestarikan lingkungan; kemudian dinyatakan lagi bahwa komunitas ini bukan tandingan organisasi gereja seperti BKAG, BAMA, API dan FKUB. Padahal semua yang dinyatakan itu tadi adalah tugas hamba-hamba Tuhan untuk melaksanakannya di ladang Tuhan.

Kecenderungan para hamba-hamba Tuhan untuk merambah diluar ladang Tuhan mengindikasikan adanya pemberontakan jiwa. Indikasi ini banyak juga terlihat pada peristiwa Pemilihan Wakil Rakyat yang baru saja berlalu dimana jumlah hamba-hamba ini banyak yang mendaftarkan diri menjadi caleg, terutama dari partai-partai yang berazaskan ke-Kristen-an dan sebenarnya memang bukan ladang Tuhan.

Sebenarnya lebih dari seribuan ladang Tuhan yang berdiri di berbagai kabupaten dimana anak-anak Tuhan menjadi komunitas dominannya. Tetapi mungkin juga bahwa para hamba-hamba ini sudah berhasil menjalankan tugasnya dengan baik sehingga anak-anak Tuhan sudah pula terawat dengan baik olehnya. Tetapi herannya mengapa bukan anak-anak Tuhan yang dijaga oleh hamba-hamba ini, diarahkan untuk menjalankan misi LSM Tamba Ulina? Boleh jadi justru anak-anak Tuhan sudah menjadi bandel-bandel, tidak patuh aturan Tuhan, suka melawan ajaran Tuhan yang disampaikan oleh hamba-hambaNya, sehingga hamba-hambaNya pun diam-diam mengerjakan ladang lain? Tetapi hamba-hamba Tuhan yang mendeklarasikan LSM Tamba Ulina ini sudah juga menyampaikan kepada Tuhan tentang niat mereka untuk merambah ladang lain. Terbukti mereka memetik nats Alkitab dari Yeremia 29 : 7 yang berbunyi “Usahakanlah kesejehateraan kotamu”.

Terlepas dari apa yang dicanda-candakan di atas, menjadi banyak hal yang harus direnungkan, terutama oleh Pemda-pemda dimana komunitasnya adalah dominan anak-anak Tuhan. Turunnya para hamba-hamba Tuhan untuk mengambil fungsi kemasyarakatan yang seharusnya sebagai tugas dan fungsi pemerintah sebagai pengelola daerah. Akan tetapi tugas mulia seperti yang dicanangkan oleh para hamba-hamba Tuhan ini sepantasnya juga dilakukan melalui ladang Tuhan saja, karena kalau dilakukan di ladang Tuhan maka ladang Tuhan kan jadi terkelola kegiatannya, walaupun di ladang Tuhan disebut sebagai hamba-hamba Tuhan, tetapi mereka kan disebut juga Naposo ni Debata, ya… anak Tuhan juga artinya.

Sumber Tambahan: Harian SIB

Back home again

Tags: , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: