Begu Ganjang-Bunuh….!

Siapa lagi yang belum membaca atau belum melihat tayangan televisi tentang kejadian di Kabupaten Tapanuli Utara tepatnya di Desa Hutauruk – Sipoholon dan di Muara? “Begu Ganjang” Memalukan….

Mungkin orang-orang di desa tersebut akan dengan gampang berargumentasi untuk membenarkan kebejatannya, membenarkan pembunuhan dan sikap anarkis lainnya. Tak dapat disangkal lagi bahwa peristiwa ini sudah membuka citra buruk yang pernah didengungkan oleh bangsa Eropa sejak abad ke-15 bahwa Bangsa Batak adalah bangsa kanibal.

Dengan menyebutkan penamaan sebuah desa bernama Desa Hutauruk dengan sendirinya sebutan Hutauruk sebagai marga sudah tercemar ke seantero dunia. Apakah ini adil pencitraan itu harus diterima oleh semua orang yang bermerek marga Hutauruk? Apakah perbuatan segelintir orang dari satu desa yang bernama desa Hutauruk membebankan pencitraan itu harus ditanggung oleh semua desa hutauruk yang ada di bonapasogit yang belasan desa banyaknya? yang paling mencoreng wajah bahwa pencitraan ini sudah mempermalukan semua orang yang menyandang marga Hutauruk diperantauan di seluruh daerah di Indonesia dan bahkan di dunia.

Marga adalah sesuatu simbol kemuliaan yang disandang oleh seseorang sebagai identitas diri. Marga bukan saja sebagai hak seseorang tetapi juga milik sekelompok orang di desa, kelompok orang-orang di desa-desa yang bermerek Hutauruk, milik komunitas Hutauruk yang ada di Bonapasogit, milik komunitas di setiap kota di Indonesia, milik komunitas Hutauruk di dunia. Jadi sangatlah tragis bila sekelompok orang di satu desa bernama Hutauruk harus mencorengkan aibnya kepada semua orang yang memuliakan Hutauruk sebagai identitas dirinya.

Ada apa gerangan yang terjadi pada insan-insan Hutauruk di desa Hutauruk itu sehingga mereka tak berdaya dan dikalahkan oleh sosok yang disebut Begu Ganjang? Mengapa mereka begitu lemah sehingga Begu Ganjang yang ukuran derajatnya dibanding manusia sangatlah jauh terbelakang? Mengapa manusia-manusia mulia yang ada di desa itu kalah telak dengan Begu Ganjang? Bukankah mereka selama 140 tahun belakangan ini sudah bertamengkan agamanya untuk melawan Begu Ganjang? Apakah agamanya itu memang samasekali tidak memiliki kesaktian melawan Begu Ganjang? Kalau dipertanyakan akan ada ratusan pertanyakan yang dapat dikemukakan dalam persoalan ini.

Bila kita kilas balik ke jaman kemuliaan leluhur mereka bahwa mereka memang mengenal Begu Ganjang adalah sosok yang ada dalam dunia roh. Begu Ganjang dapat diartikan sebagai Setan Panjang atau Hantu Panjang dimana bila seseorang melihatnya maka dia akan terarah untuk melihat sosok itu semakin panjang (tinggi) hingga orang yang melihatnya akan tercekik dan ada kemungkinan menjadi mati.

Dunia roh yang mereka kenal sebenarnya berwujud banyak rupa dan sebutan. dimulai dengan sebutan begu, tondi, sumangot, sahala, Sombaon. Diantara lima alam roh ini hanya roh dalam bentuk begu yang paling mereka takuti karena alam roh dalam bentuk begu dipercaya sebagai arwah dari yang tidak mereka kenal, yang boleh jadi mendatangkan bencana. Sementara alam roh yang mereka sebut sebagai tondi, sumangot, sahala, Sombaon, adalah alam roh yang mereka kenal sebagai arwah leluhur yang mereka kenal dan tidak akan mendatangkan bencana bahkan dianggap sebagai pembawa rezeki atau memberi nasihat berupa pesan spiritual untuk berbuat lebih baik dan konsekwensinyapun mendapatkan berkah dalam kehidupannya.

Sebenarnya sejarah alam roh ini sudah hilang sama sekali sejak mereka sudah menghilangkan agama leluhur mereka dan menggantikannya dengan agama barunya, dan khususnya bagi masyarakat desa ini yang 100% memeluk agama kristiani menggantungkan harapan keimanannya, menggantungkan harapan kehidupannya, menggantungkan harapan dunia akhiratnya hanya kepada iman kristiani yang dipeluknya. perkiraannya sudah 140 tahun mereka memeluk kepercayaannya ini.

Keimanan yang sudah mereka anut selama 140 tahun ini diyakini mereka akan menghadang segala intervensi dunia roh jahat seperti berbagai jenis begu termasuk Begu Ganjang. Mereka memahami bahwa yang tadinya memahami alam roh sebanyak 5 kelompok alam roh menciut menjadi pemahaman hanya ada dua alam roh di keimanan mereka sekarang, yaitu roh jahat dan roh kudus.

Kalau alam roh yang disebut begu memang sudah pas dikelompokkan masuk dalam kategori roh jahat di keimanan mereka sekarang, sementara alam roh yang mereka kenal dahulu seperti Tondi, sumangot, sahala, Sombaon, juga difahami mereka sebagai kelompok alam roh jahat juga, sehingga semua alam roh yang dikenal oleh leluhur mereka dahulu masuk dalam kelompok roh jahat di keimanan mereka sekarang. Roh kudus yang diimani oleh mereka sekarang, bila mereka ditanyapun umumnya tak mampu menggambarkan apa roh kudus itu, apalagi harus mempraktekkannya dalam kehidupannya?

Ciri-ciri lainnya bahwa mereka sudah mengimani ajaran yang mengalahkan semua roh jahat (semua roh yang dikenal oleh leluhur mereka dahulu) yaitu dengan berdirinya banyak gereja disekitar kampungnya dalam bentuk gedung-gedung yang sangat jauh megah dibanding rumah-rumah mereka. Ternyata mereka dikalahkan hanya oleh roh yang disebut Begu Ganjang. Kalah telak mereka….

Akibat dari kekalahan ini, maka merekapun membuat anarkis bahkan membunuh, padahal mereka katanya sudah dihinggapi oleh roh kudus yang tidak menyukai hal-hal anarkis dan membunuh. Apakah roh kudus memang sudah dikalahkan oleh Begu Ganjang tanpa setahu mereka, sehingga roh kudus yang ada pada mereka sebenarnya adalah Begu Ganjang yang menyaru sebagai roh kudus.

Katakan mereka sekarang secara tak sadar sudah dihinggapi oleh Begu Ganjang tetapi dalam hidup nyata mereka mengaku dihinggapi oleh roh kudus, lalu terjadilah teriakan “Begu Ganjang – Bunuh…!” maka semua yang memegang predikat identitas Hutauruk menjadi tercitra sipeneriak “Begu Ganjang – bunuh…!”

Seandainya belum terlambat, bila mereka menyadari bahwa alam roh yang diajarkan oleh leluhur mereka dahulu jangan dikelompokkan mereka sebagai roh jahat supaya ada yang membentengi apabila ada Begu Ganjang maka tidak merasuki jiwa mereka, dan hitung-hitung apabila roh kudus mereka kalah dengan Begu Ganjang paling tidak ada pertahanan lain seperti tondi, sumangot, sahala, Sombaon, yang sudah pasti mengajarkan mereka untuk “manat mardonga tubu, elek marboru, somba marhulahula” dan marga Hutauruk menjadi mulia. Tetapi apabila mereka sudah kalah dengan Begu Ganjang maka mereka akan berprinsip “menak mardongan tubu, elat marboru, lemba marhula-hula” maka tiba lagi saatnya nanti teriakan “Begu Ganjang – Bunuh….!

Mungkin hanya itu saja pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh orang banyak dikomunitas Hutauruk supaya orang-orang yang menyandang marga Hutauruk setelah namanya tidak menjadi “marlapulapu” akibat peristiwa ini. Mudah mudahan peristiwa ini tidak menjadi ‘trend’ yang ditiru oleh marga-marga lain di Sipoholon, di Taput, di Tanah Batak. HORAS TONDI MADINGIN PIR TONDI MATOGU.

 

6 Responses to “Begu Ganjang-Bunuh….!”

  1. rumus cepat matematika Says:

    hm,,gitu,,,makasih banyak infonya.,,

  2. putra pes-sel Says:

    Begu ganjang ada karna krisis kepercayaan orang batak saat ini
    dimana faktor ekonomi dan juga perkampungan terpelosok kurang adanya pergaualan karna orang batak kalau sudah sukses
    lupa akan bona pasogit,alias kampung halamanya.

  3. siahaan Says:

    Sarupa do panurat on dohot parhuta i – rap sipelebegu. Mereka pembunuh tidak pernah memiliki Roh Kudus. Iman mereka adalah iman yang kerdil. Hanya karena cemburu secara ekonomi, mereka menjadi pembunuh. Apa yang harus Sdr lakukan terhadap kampungmu? Jangan hanya menyalahkan mereka….

  4. Poltak Limbong (Polim) Says:

    Sifat Parbegu ganjang: Susah melihat orang senang dan senang melihat orang susah. Pamate ma tutu angka parbegu ganjang i. Unang manusai

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: